Selasa, 05 November 2013


SOAL

1.      Jelaskan  pengertian sistem operasi.
2.      Sebutkan 5 jenis sistem operasi.
3.      Jelaskan fungsi-fungsi sistem operasi.
4.      Jelaskan, mengapa sistem operasi sangat diperlukan dalam sebuah komputer.
5.      Dimanakah sistem operasi tersimpan.
6.      Perkembangan sistem operasi dibagi menjadi 5 generasi, sebutkan.
7.      Sebutkan kekurangan dan kelebihan sistem operasi windows 7.

JAWAB

1.      Sistem operasi adalah program yang mengatur hardware sebagai penghubung antara user dengan hardware.
2.      Windows, mic os, linux, dos, unix
3.      a. Sistem operasi sebagai koordinator
dalam hal ini sistem operasi berfungsi untuk mengatur semua aktivitas yang kompleks dari perangkat lunak. Sistem atau perangkat lunak aplikasi yang sedang dijalankan agar dapat berjalan dengan urutan yang benar.
b. sestem operasi sebagai penghubung
menghubungkan program aplikasi agar dapat berinteraksi dengan perangkat keras.
c. sestem operasi sebagai pelindung
yaitu untuk memegang kendali proses melindungi file dan memberi batasan pembacaan dan penulis sebagai pengatur tentang siapa yang dapat mengakses file, program yang ada di komputer kita.
d. sestem operasi sebagai inter pretasi (penerjemah)
yaitu sebagai penerjemah perintah-perintah dan intruksi-intruksi antara user dan sistem.
4.      Karena, jika tidak ada sistem operasi maka, komputer tidak akan berfusi dan tidak bisa mengoprasikan
5.      terdapat dimemori utama (biasanya RAM) agar dapat dijalankan.
6.        So generasi pertama (1945-1955)
So generasi kedua (1955-1965)
So generasi ketiga (1965-1980)
So generasi keempat (pasca 1980-an)
So generasi kelima (pasca 2001-sekarang)
7.      Kelebihan sistem operasi windows 7
a.       Banyak digunakan sebagai software jaringan
b.      Mode oprasinya berbentuk grafis
c.       Komunikasi antar PC ke LAN lebih mudah
Kekurangan sistem operasi windows 7
a.       Lisensi lebih mahal
b.      Diperlukan perangkat keras dengan proses tinggi (pentium) memori yang digunakan juga lebih besar (mahal)
c.       Implementasi jaringan (mahal)

Senin, 28 Oktober 2013

CARA MUDAH MERAKIT PERSONAL COMPUTER (PC)

·        Merakit komputer bisa dilakukan dg cara:
1.      Siapkan semua komponen-komponen komputer yang akan dirakit,
2.      Cek dan pastikan komponen-komponen komputer tersebut tidak mengalami kerusakan,
3.      Buka tutup casing CPU,
4.      Pasang power supply, harddisk, dan CD/DVD ROM di tempatnya masing-masing pada casing CPU dan jangan lupa semua komponen tsb dikencangkan baut dengan obeng,
5.      Pasang processor pada motherbard, sebelum dipasang pada socketnya, oleskan pasta pada processor secara rata dan tipis, lalu pasang processor pada socketnya di motherboard,
6.      Lalu pasang battery C-MOS, dan memory RAM pada socketnya masing-masing di motherboard,
7.      Setelah itu, pasang motherboard pada casing CPU, kencangkan baut,
8.      Lalu pasang kabel power supply pada masing-masing slot pada motherboard, CD/DVD ROM, dan harddisk,
9.      Setelah itu pasang kabel IDE dari motherboard ke slotnya masing-masing (Sesuaikan model kabel dengan slotnya. Apabila slotnya menggunakan model ATA, kabel IDE-nya juga pakai yang model ATA, dan apabila slotnya menggunakan model SATA, kabel IDE-nya juga pakai yang SATA),
10.  Lalu pasang tutup casing CPU, kencangkan baut, lalu pasang kabel komponen-komponen PC lainnya seperti monitor, keyboard, mouse, dll,
11.  PC siap digunakan.

Jalur Masuknya Hindu-Budha ke Nusantara

       Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik) yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia. Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.


Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.

Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia, terdapat beberapa pendapat/hipotesa yaitu antara lain:
Hipotesis Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.

Hipotesis Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.

Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.

Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.

Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:

Pertama, proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.
Kedua, proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang

Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.

Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).